Kamis, 23 April 2009

PUISIKU

TUHAN

Engkau di sana
di lubuk hati yang paling dalam
Engkau sangat dekat
walau kadang terlupakan

aku rindu
pada-Mu untuk menyatu
aku cinta
karena Engkau wajib dicinta

setetes embun kuharap dari-Mu
penyejuk kalbu pengobat rindu

dari-Mu aku pinta
semunar sinar terpancar
penerang terang hati nan gusar
pengobat raga jiwa yang liar

ya Allah,
Engkau segala tempat aku memohon



Oktober 2008


HALA BI HALAL

harta boleh sirna
uang boleh hilang
jabatan boleh ditahan

harapan kadang putus di jalan
impian sering tidak jadi kenyataan

tapi,
hati tak boleh mati
harus suci tuk sambung silaturahmi
di hari yang fitri

hati harus ikhlas
untuk minta dan beri maaf
pada insan yang bernapas

kita berlebaran
agar lembaran hidup menjadi lebar

noda dan dosa kita haturkan
untuk mendapat ampunan
dari-Nya Tuhan


Oktober 2008

SERTIFIKASI

jauh
terlalu jauh kan kutempuh
hingga mungkin kakiku luruh

kucoba melangkah
walau berat kakiku ini
kuajak berjalan juga berlari

langkah pelan tapi pasti
di awal kuberjalan
hingga kemudian
sesekali berlari

halangan, rintangan dan cobaan
itu bukan persoaalan
walau tidak bisa kuabaikan

ya...
ia pasti harus kudapat
walau berat aku kuat
melawan setan yang penuh pikat
untuk dapat sertifikat


Oktober 2008

1 komentar:

  1. Yah, puisi yang lumayan. Daripada aku yang cuma bisa buat puisi dalam angan-angan !!!

    BalasHapus